Senin, 14 April 2014

Bahasa Indonesia 2 "Bibliografi"



Definisi Bibliografi

Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani  “Biblion” (buku) dan “Graphein” (menulis), secara harfiah Bibliografi berarti penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang dikehendaki. Bibliografi dapat dikatakan sebagai daftar pustaka yang mencakup isi dan deskripsi suatu buku, meliputi judul, pengarang, edisi, cetakan, kota terbit, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ukuran tinggi buku, dan ISBN. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.
Definisi Bibliografi menurut beberapa ahli :
·       Menurut kamus besar bahasa indonesia, Depdikbud, Balai pustaka, hal 115 : Bibliografi adalah daftar buku atau karangan dari seorang pengarang atau suatu subjek (ilmu).
·       Menurut kamus lengkap inggris indonesia, hal 64 : Bibliografi adalah daftar buku suatu masalah.
Tujuan Bibliografi
Mendaftar/menyusun informasi mengenai buku serta bahan pustaka yang terkait dalam susunan logis dan bermanfaat. Untuk membantu pemakai dalam menentukan keberadaan sebuah bahan pustaka atau mengenali sebuah buku yang populer. Bagi seorang peneliti, mengetahui subjek apa saja yang telah ditulis, memperoleh informasi yang actual, menghindarkan duplikasi penelitian. Sebagai sarana pemilihan buku (identifikasi, rincian bibliografis, dll). Sarana untuk mengetahui perkembangan buku. Untuk memudahkan pengguna maka dibuatlah indeks pengarang, subjek,tempat.

Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya
a.    Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap
b.    Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c.    Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d.    Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat kabar, tanggal dan  tahun.

Langkah atau Penyusunan Bibliografi
a.    Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b.    Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad.
c.    Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikut sertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d.    Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e.    Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

Jenis-Jenis Bibliografi
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
  • Bibliografi deskriptif, yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis.
  • Bibliografi evaluatif, yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
  • Bibliografi retrospektif, yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman yang lampau. Contoh : “Bibliografi sejarah perang Diponegoro”.
  • Bibliografi terkini/current, yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contoh : “Ulrich’s International Periodicals Directory”.
  • Bibliografi selektif, yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Contoh : “Buku untuk anak usia pra sekolah”.
  • Bibliografi subjek, yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Contoh : “Bibliografi khusus ternak ayam”.
  • Biliografi nasional, yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contoh : “Bibliografi Nasional Indonesia”.
Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai
pertimbangan antara lain :
1.    Permintaan pengguna
2.    Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
3.    Dokumentasi koleksi yang dimiliki
4.    Mandat instansi

Bagian-bagian Bibliografi
a.     Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
b. Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
c. Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
d.  Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit.
e.    Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
f.     Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak.
g. Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya

Manfaat Bibliografi
a. Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
b.Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
c.Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat

Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.
Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
·      Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
·      Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
· Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.
Bottom of Form


Contoh Bibliografi
 



Sumber :

Senin, 24 Maret 2014

KUTIPAN dan CATATAN KAKI



DEFINISI KUTIPAN
Kutipan merupakan suatu salinan kalimat, paragraf, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan seseorang yang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, atupun media cetak dan elektronik.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya. Mengutip itu berbeda dengan plagiat, karena plagiat adalah mengambil suatu karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri. Jika terdapat kesalahan dalam teks yang dikutip, penulis dapat memberikan catatan khusus langsung pada teks dengan tanda kurung, atau diberi tanda’sic’ (yakni singkatan dari “sicut” yang berarti : memang demikianlah asalnya (tercetak)). Atau menggunakan tanda siku [ ] yang sesuai petunjuk dari Depdiknas-Pusat Bahasa seperti termuat dalam Buku Pedoman Umum EYD.

TUJUAN KUTIPAN
Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut.

JENIS DAN MACAM KUTIPAN
Pada umumnya kutipan dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1.  Kutipan langsung (Direct Quotation), yakni kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, kata-kata yang digunakan sama seperti bahan aslinya. Kutipan langsung biasanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:
a.    untuk mengutip rumus atau model matematika.
b.    untuk mengutip peraturan-peraturan hukum, surat keputusan, surat perintah.
c.    untuk mengutip peribahasa, puisi, karya drama, dan kata-kata mutiara.
d.    untuk mengutip beberapa definisi yang dinyatakan dalam kata-kata yang sudah pasti.
e.    untuk memgutip beberapa pernyataan ilmiah, karena jika dinyatakan dalam bentuk lain dikhawatirkan akan kehilangan maknanya.
Kutipan langsung dibagi menjadi 2,yaitu:
a.    Kutipan langsung pendek (short direct quotation)
b.    Kutipan langsung panjang (Long Direct Quotation)

2.  Kutipan tidak langsung (Indirect Quotation atau Paraphrase), yakni kutipan yang tidak sama persis seperti bahan aslinya. Kutipan ini merupakan suatu ketikan pokok-pokok pikiran atau ringkasan kesimpulan menurut jalan pikiran dan bahasa pengutip sendiri.
Kutipan tidak langsung dibedakan mennjadi dua, yaitu:
a.    Kutipan tidak langsung pendek (Short Indirect Quotation)
b.    Kutipan tidak langsung panjang (Long Indirect Quotation)

FUNGSI KUTIPAN
a.    Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi.
b.    Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
c.    Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
d.    Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
e.    Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
f.    Meningkatkan estetika penulisan.
g.    Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.
Ada tiga cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu:
1.    Cara ringkas, yaitu cara menempatkan sumber kutipan dibelakang bahan yang dikutip. Sumber kutipan ini ditukiskan diantara tanda kurung dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip.
2.    Cara langsung, yaitu cara menempatkan sumber kutipan langsung dibawah sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip. Antara pernyataan atau teks dalam tulisan dengan sumber kutipan dipusahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak garis pemisah dengan teks adalah satu spasi dan jarak garis pemisah dengan sumber kutipan adalah dua spasi, sedangkan garis baris dari kutipan itu sendiri adalah satu spasi.
3.    Cara menempatkan sumber kutipan di kaki halaman, cara ini lazim dfisebut footnote (catatan kaki) dan cara ini lebih banyak dianut dalam penulisan skripsi. Antara bagian teks dengan footnote dipisahkan dengan garis lurus sepanjang dua inci dan jarak baris antara garis pemisah dengan teks adalah satu setengah spasi, sedangkan jarak baris antara garis pemisah atau footnote adalah dua spasi.
CONTOH KUTIPAN




















































DEFINISI CATATAN KAKI (FOOTNOTE)
Catatan kaki merupakan suatu daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan atau bibliografi.

 CARA PENULISAN CATATAN KAKI
1.     Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
  1. Catatan kaki diketik berspasi satu.
  2. Diberi nomor.
  3. Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
  4. Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
  5. Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
  6. Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
  7. Keterangan yang panjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
  8. Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.
  9. Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
  10. Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
  11. Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.
TUJUAN ADANYA CATATAN KAKI (FOOTNOTE)
  • Catatan kaki dicantumkan untuk memenuhi kode etik yang berlaku
  • Dapat juga sebagai penghargaan terhadap orang lain yang mungkin berjasa dalam suatu penulisan tersebut
  • Dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan pernyataan yang dipergunakan dalam teks

MACAM-MACAM CATATAN KAKI
Macam-macam kutipan yang  disertai dengan catatan kaki yang didalamnya ada kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, serta kutipan tanpa catatan kaki
  • Kutipan langsung, yaitu salinan persis dari sumbernya tanpa perubahan. Kutipan  ini terdiri dari kutipan langsung kurang dari lima baris dan kutipan langsung terdiri atas lima baris ke atas.
  • Kutipan tidak langsung, yakni menyadur, mengambil ide dari suatu dan menuliskannya sendiri dengan kalimat dan bahasa sendiri. Penulisan disertai data pustaka  sumber  yang dikutip, dapat berupa catatan kaki atau data pustaka dalam teks.Cara  menyadur  ada  dua  macam, masing-masing berbeda cara, tujuan dan manfaatnya.
  • Meringkas, yakni penyajian suatu karangan atau bagian karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. Meringkas bertujuan  untuk  mengembangkan ekspresi penulisan, menghemat kata, memudahkan pemahaman naskah asli, dan memperkuat  pembuktian. Proses meringkas sebagai berikut :
1.    Bertolak dari karangan asli
2.    Mereproduksi karya asli dalam bentuk ringkasan
3.    Menyusun ringkasan dengan mempertahankan keaslian  naskah
  • Membuat ikhtisar, yaitu menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk ringkas, bertolak belakang dari naskah asli, tetapi tidak mempertahankan urutan, tidak menyajikan keseluruhan isi, langsung kepada inti bahasan yang terkait denganmasalah yang akan dipecahkan. Ikhtisar memerlukan ilustrasi sebagai penjelasan inti persoalan. Teknik pengetikannya : spasi, huruf danmargin sama dengan teks.

CONTOH CATATAN KAKI



 













 













 


















SUMBER :
http://www.scribd.com/doc/50113868/MAKALAH-BAHASA-INDONESIA-notasi-ilmiah